Subscribe to our RSS Feeds
Selamat datang di blog anak bangsa yang sederhana ini.

Pengertian Ghosob

0 Comments »
Apa yang Dimaksud dengan ghosob dan bagaimana hukumnya?

Ghosob adalah meminjam sesuatu milik orang lain dan menggunakanya tanpa izin. Mungkin Ghosob merupakan hal yang lumrah yang terjadi pada diri kita. Tapi sebenarnya Ghosob adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan.

Contoh yang biasaterjadi adalah ketika kita sedang dalam perkumpulan, kita ingin bepergian, namun kita tidak punya sandal sehingga kita meminjam sandal orang lain tanpa bilang terlebih dahulu kepada pemiliknya. Hal ini yang disebut Ghosob dan kita tidak boleh melakukanya. Apabila keadaan darurat dan kita harus melakukanya, maka hal yang wajib kita lakukan adalah kita harus bilang kepada pemiliknya kalau kita telah meminjam sandalnya.

Contoh lain dalam kasus Ghosob adalah Ketika kita sedang berbincang dengan seorang kawan kita. Kawan kita punya makanan, namun makananya milik dia sendiri, tidak disuguhkan kepada kita. Kemudian teman kita pergi, lalu kita memakanya. Setelah kita memakanya, lalu kita langsung berlari keluar untuk membeli makanan yang sama persis dengan makanan tersebut. Maka hal tersebut juga TIDAK BOLEH karena hal itu sama saja kita meminjam milik orang lain tanpa izin. Ingat, Ghosob tidak boleh kita abadikan, Kebiasaan Ghosob tidak boleh kita lestarikan. Karus Kita hanguskan.

Sesungguhnya segala kebenaran yang ada dalam blog ini semuanya berasal dari ALLAH SWT. Dan segala kesalahan yang ada, semuanya berasal dari diri saya pribadi. Semoga ALLAH senantiasa memberi rahmatnya kepada kita, Amin.
23:06

Pengertian Khomer

0 Comments »
Islam adalah agama yang membawa rahmat dan kasih sayang kepada
manusia. Islam adalah agama yang menjaga harta, akal, jiwa, kehormatan
manusia. Tidak ada hal yang merusak akal, harta, jiwa , dan kerhomatan
melainkan Islam telah mengharamkannya. Ketika hal-hal yang berbahaya
bagi manusia bertambah banyak seiring dengan perkembangan jaman, maka
bukanlah suatu hikmah jika syariat merinci nama-nama semuanya satu
demi satu, tentu Al Quran yang ada tidak akan setipis seperti yang
sekarang. Namun cukuplah digariskan garis besar ketentuannya yang
mencakup kaidah-kaidah pokok yang mencakup seluruhnya dan berlaku
sampai akhir zaman.

Dalam hal ini Alloh taala telah berfirman dalam Surat Al Baqoroh
“….dan janganlah engkau jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan…….” ayat
ini bersifat umum dan tidak menyebtukan macam dan jenis kebinasaan,
sehingga harus kita berlakukan apa adanya sebagiamana yang Alloh
kehendaki. Alloh taal telah melarang hambaNya untuk menempuh jalan-
menuju kebinasaan, entah membinasakan dirinya sendiri maupun bersama
orang lain bagaimanapun caranya, dan apapun namanya.Selama hal
tersebut membinasakan, maka pasti syariat akan mengharamkannya. Ambil
contoh Khomer, jelas seperti matahari pada siang bolong tanpa mendung,
khomer merusak kesehatan, merusak akal, dan menyia-nyiakan harta.
Syara’ telah tegas mengharamkannya bahkan Alloh dengan tegas
menyebutkan Khomer ini dalam Al Qur’an tentang keharamannya. Sama
halnya dengan narkoba, jika dikatakan tidak ada dalil khusus menyebut
narkoba haram, ini tidak benar ayat di atas dengan tegas
mengahramkannya. Karena semua orang tahu bahwa narkoba membahayakan
jiwa. Maka dari sini narkoba masuk dalam keumuman ayat di atas.

Begitu juga dengan rokok. Semua dokter di dunia, entah muslim maupun
kafir telah sepakat akan berbahayanya rokok bagi kesehatan manusia.
Saking bahayanya, diwajibkan untuk menulis bahaya rokok pada kemasan
rokok itu sendiri, dan tidak ada yang komplain mengenai hal itu,
karena memang begitulah keadaannya. Bagitu bahayanya rokok ini sampai
harus ditulis disetiap kemasan dan disebutkan dalam iklan-iklan rokok.
Dari satu segi ini saja jelas rokok telah diharamkan dengan dalil ayat
di atas. Masih menurut penelitian para dokter dan kesepakatan mereka
(entah kafir entah muslim) rokok ternyata juag berbahaya bagi orang-
orang yang berada di sekitar perokok, mereka juga akan menghirup asap
rokok dan turut berisiko terkena bahayanya, in adalah perbutan Dzolim
kepada orang lain, dan tentu saja haram hukumnya. Dari segi yang lain,
rokok adalah perbuatan menyia-nyiakan harta, pemborosan, dan tidak ada
gunanya. Padahal perbautan semacam ini adalah perbuatan setan, mana
mungkin Alloh akan ridho dengan perbuatan setan..?

Jika rokok hanya terkena satu dari tiga hal tersebut di atas, maka
sudah lebih dari cukup untuk mengharamkannya, lalu bagaimana lagi jika
rokok terkena semua tiga hal tersebut di atas….?
Jika rokok tidak haram, maka apakah pengertian haram……….? Jika rokok
tidak haram, mungkin tak ada lagi barang haram di dunia ini……!

Jika ada yang berkata bahwa “…..kiai itu bilang bahwa rokok itu
makruh..” Maka jawaban saya adalah firman Alloh dalam Al
Qur’an ..”..tidak patut bagi seorang muslim apabila Alloh dan RosulNya
telah menetapkan sesuatu akan ada pilihan lain bagi mereka…” Alloh
telah mengharamkan rokok, maka akankah hal ini kita bantah dengan
pendapat kiai tadi….?Ketahuilah bahwa kiai juga manusia, tidak luput
dari kesalahan. Tidak boleh kita ikut secara membabi buta, kita ikuti
bila sesuai dengan syariat dan kita tolak bila melanggar syariat.
Karena kebenaran mutlaq hanya pada dalil Al Qur’an dan Sunnah..Dan
telah jelas bagi kita semua kebenaran haramnya rokok dari tiga sisi,
maka tidak ada alasan untuk tidak mengatakan haram atas apa yang Alloh
haramkan.
23:05

Pengertian Mencuri

0 Comments »
arti mencuri atau merampok adalah :
mungkin pengertian pencurian perlu kita bagi menjadi dua golongan, yaitu: pencurian secara aktif dan pencurian secara pasif.
Pertama, pencurian secara aktif. Apa maksudnya? Pencurian secara aktif adalah tindakan mengambil hak milik orang lain tanpa sepengetahuan si pemilik .
Kedua, pencurian secara pasif. Apa maksudnya? Bila pencurian secara aktif berarti tindakan mengambil hak milik seseorang, maka pencurian secara pasif berarti tindakan menahan apa yang seharusnya menjadi miliknya orang lain.
Bagaimana dengan pengertian Alkitab tentang mencuri itu sendiri? Alkitab sendiri tidak memberikan definisi secara eksplisit. Ketika kita melihat perintah “Jangan mencuri”, Alkitab tidak memberikan penjelasan apapun tentang hal itu. Tapi ada satu hal yang pasti, yaitu Alkitab seringkali mengulang-ulang membicarakan konsekuensi bila seseorang mencuri. Laknat Tuhan akan turun bila para pencuri dibiarkan leluasa melakukan kejahatannya. Menurut hukum Tuhan, bila pencuri-pencuri itu masih ingin hidup, maka mereka harus mengembalikan apa yang mereka ambil .Berikutnya menyebutkan bahwa bila seekor kambing atau sapi dicuri, maka pencurinya harus membayar kembali lima sapi dan empat kambing. Bagaimana kalau ia tidak mampu membayar? Maka, si pencuri itu harus dijual sampai hutangnya lunas,atau hukuman yang lebih berat, yaitu mengembalikan tujuh kali lipat. Dan bahkan, ada pencurian yang berujung pada hukuman mati. Intinya, sekali lagi, Alkitab sering mengulang-ulang perintah jangan mencuri. Tentunya, hal ini menandai betapa seriusnya Tuhan akan dosa yang satu ini.

Dalil mencuri : dari Ibnu Umar r.a berkata, “Beliau (Rasulullah) memotong tangan pencuri karena mencuri perisai (baju besi) seharga 3 dirham” (Al Bukhari dalam Al Hudud no.6796 dan Muslim dalam Al Hudud no.1686/6)
dari Aisyah r.a, Nabi bersabda, “Tangan harus dipotong karena mencuri ¼ dinar atau lebih” (redaksi Al Bukhari dalam Al Hudud no.6789)

redaksi Muslim dalam Al Hudud no.1684/2, “Tangan pencuri tidak dipotong melainkan karena mencuri ¼ dinar atau lebih.”
Nabi bersabda, “Potonglah karena mencuri ¼ dinar, dan jangan potong karena mencuri kurang dari itu.” (Al Bukhari dalam Al Hudud no.6791)
dari Rafi’ bin Khudaij menuturkan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: tidak ada hukum potong karena mengambil buah-buahan, begitu pula tandan kurma.” (HR. Ahlus Sunan, Abu Dawud dalam Al Hudud no.4388, dan At Tirmidzi dalam Al Hudud 1449).
dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, ia menuturkan, “Aku mendengar dari Muzainah bertanya pada Rasulullah. Katanya, “Wahai Rasulullah, aku datang kepadamu untuk bertanya tentang unta yang tersesat. Beliau menjawab: unta itu membawa sepatunya dan membawa tempat minumnya, ia memakan dedaunan dan meminum air. Biarkanlah ia (jangan diambil) sampai orang yang mencarinya mendapatkannya.

Ia bertanya : Bagaimana dengan kambing-kambing yang tersesat? Beliau menjawab: Untukmu, untuk saudaramu, atau untuk serigala. Kumpulkan kambing-kambing itu sehingga orang yang mencarinya datang. Ia bertanya: Lalu bagaimana dengan hewan yang diambil dari tempat gembalaannya? Beliau menjawab: Ia harus membayarnya dua kali lipat dan dihukum cambuk. Sedangkan apa yang diambil dari tempat derum unta, maka ia harus dipotong. Apabila yang diambil mencapai harga perisai (1/4 dinar).
Ia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana hukum buah-buahan dan apa yang diambil dari tangkainya? Beliau menjawab: Barangsiapa yang mengambil darinya dengan mulutnya dan tidak mengantonginya, maka tidak ada hukuman atasnya. Dan barangsiapa yang membawanya, maka ia harus membayarnya dua kali dan dihukum cambuk. Apa yang diambil dari penjemurannya (tempat pengeringan biji kurma dan gandum), maka ia dipotong apabila yang diambil mencapai harga perisai. Bila tidak mencapai harga perisai, maka ia membayar denda dua kali lipat dan beberapa kali cambukan.” (HR. Ahlus Sunan, tetapi ini redaksi An-Nasa’I, Abu dawud dalam Al Hudud no.4390; dan an-Nasa’i dalam Qath’ as-Sariq no. 4959.)
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (diantara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Al-Ma’idah:38-39)
Dari dalil-dalil diatas, saya memahami bahwa seseorang bisa dianggap sebagai pencuri dan dikenai hukum potong tangan apabila pencurian dilakukan pada tempat penyimpanan dan telah mencapai nishab (1/4 dinar, 1 dinar = 4.25 gr emas murni(=1,0625 gr emas murni atau kalau sekarang ( 1gr emas murni 99% = Rp. 174.500
23:04

PENGERTIAN ZINA

0 Comments »
Ialah persetubuhan yang dilakukan oleh seorang lelaki dengan seorang perempuan tanpa nikah yang sah mengikut hukum syarak (bukan pasangan suami isteri) dan kedua-duanya orang yang mukallaf, dan persetubuhan itu tidak termasuk dalam takrif (persetubuhan yang meragukan).

Jika seorang lelaki melakukan persetubuhan dengan seorang perempuan, dan lelaki itu menyangka bahawa perempuan yang disetubuhinya itu ialah isterinya, sedangkan perempuan itu bukan isterinya atau lelaki tadi menyangka bahawa perkahwinannya dengan perempuan yang disetubuhinya itu sah mengikut hukum syarak, sedangkan sebenarnya perkahwinan mereka itu tidak sah, maka dalam kes ini kedua-dua orang itu tidak boleh didakwa dibawah kes zina dan tidak boleh dikenakan hukuman hudud, kerana persetubuhan mereka itu adalah termasuk dalam wati’ subhah iaitu persetubuhan yang meragukan.

Mengikut peruntukan hukuman syarak yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadith yang dikuatkuasakan dalam undang-undang Qanun Jinayah Syar’iyyah bahawa orang yang melakukan perzinaan itu apabila sabit kesalahan di dalam mahkamah wajib dikenakan hukuman hudud, iaitu disebat sebanyak 100 kali sebat. Sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang bermaksud :

“Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari kedua-duanya 100 kali sebat, dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum Agama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari Akhirat, dan hendaklah disaksikan hukuman siksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman”. (Surah An- Nur ayat 2)

ZINA TERBAHAGI KEPADA DUA :

1. ZINA MUHSAN
2. ZINA BUKAN MUHSAN

ZINA MUHSAN

Iaitu lelaki atau perempuan yang telah pernah melakukan persetubuhan yang halal (sudah pernah berkahwin)

ZINA BUKAN MUHSAN

Iaitu lelaki atau perempuan yang belum pernah melakukan persetubuhan yang halal (belum pernah berkahwin).

Perzinaan yang boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan Zina Muhsan ialah lelaki atau perempuan yang telah baligh, berakal, merdeka dan telah pernah berkahwin, iaitu telah merasai kenikmatan persetubuhan secara halal.

Penzinaan yang tidak cukup syarat-syarat yang disebutkan bagi perkara diatas tidak boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan zina muhsan, tetapi mereka itu boleh dituduh dan didakwa dibawah kesalahan zina bukan muhsan mengikut syarat-syarat yang dikehendaki oleh hukum syarak.

HUKUMAN YANG DIKENAKAN KEATAS ORANG YANG ZINA MUHSAN DAN BUKAN MUHSAN

Seseorang yang melakukan zina Muhsan, sama ada lelaki atau perempuan wajib dikenakan keatas mereka hukuman had (rejam) iaitu dibaling dengan batu yang sederhana besarnya hingga mati. Sebagaimana yang dinyatakan di dalam kitab I’anah Al- Thalibin juzuk 2 muka surat 146 yang bermaksud :

”Lelaki atau perempuan yang melakukan zina muhsan wajib dikenakan keatas mereka had (rejam), iaitu dibaling dengan batu yang sederhana besarnya sehingga mati”.

Seseorang yang melakukan zina bukan muhsan sama ada lelaki atau perempuan wajib dikenakan ke atas mereka hukuman sebat 100 kali sebat dan buang negeri selama setahun sebagaimana terdapat di dalam kitab Kifayatul Ahyar juzuk 2 muka surat 178 yang bermaksud :

”Lelaki atau perempuan yang melakukan zina bukan muhsin wajib dikenakan keatas mereka sebat 100 kali sebat dan buang negeri selama setahun”.

PEREMPUAN YANG DI ROGOL DAN DI PERKOSA

Perempuan-perempuan yang dirogol atau diperkosa oleh lelaki yang melakukan perzinaan dan telah disabit dengan bukti –bukti yang diperlukan oleh syarak dan tidak menimbulkan sebarang keraguan dipihak hakim bahawa perempuan itu dirogol dan diperkosa, maka dalam kes ini perempuan itu tidak boleh dijatuhkan dan dikenakan hukuman hudud,dan ia tidak berdosa dengan sebab perzinaan itu.

Lelaki yang merogol atau memperkosa perempuan melakukan perzinaan dan telah sabit kesalahannya dengan bukti – bukti dan keterangan yang dikehendaki oleh syarak tanpa sebarang keraguan dipihak hakim, maka hakim hendaklah menjatuhkan hukuman hudud keatas lelaki yang merogol perempuan itu, iaitu wajib dijatuhkan dan dikenakan ke atas lelaki itu hukuman rejam dan sebat.

Perempuan-perempuan yang telah disabitkan oleh hakim bahawa ia adalah dirogol dan diperkosa oleh lelaki melakukan perzinaan, maka hakim hendaklah membebaskan perempuan itu dari hukuman hudud (tidak boleh direjam dan disebat) dan Allah mengampunkan dosa perempuan itu di atas perzinaan secara paksa itu.
22:54

Cara CARDING

1 Comments »
Sebelum ini saya akan menjelaskan apa itu CARDING?
Karding adalah cara untuk mencuri credit card dan biasanya di gunakan oleh cracker.
CARDING termasuk golongan kriminal.
hehehe
saya menjelaskan ini bukan untuk mengajari anda untuk berbuat kriminalitas loh gan...
saya menjelaskan untuk pembelajaran saja.
Dan saya tidak bertanggung jawab bila anda menggunakan untuk kriminalitas..
langsung saja ke TKP

Saya akan memberikan 3 link yang berisi informasi CARDING tersebut.
http://coolparadise.online.fr/dwld/softs/carding/
http://cd.textfiles.com/dfeno1/CARDING/
http://cyberdingdl1.free.fr/Carding/
Nb: saya tidak akan menjelaskannya satu persatu, hanya untuk memudahkan melakukan carding..
11:49

Bagi bagi shell

0 Comments »
Hangat hangat silahkan sedot gan....


download saja di sini gan >>> download
format ".txt" ubah jadi ".php" (tanpa tanda kutip)
Good luck


10:36